BPRD Lamsel Masih Stagnan Dalam PAD

BPRD Lamsel Masih Stagnan Dalam PAD

Lampung Selatan, K86-- Badan Pengelolaan Pajak Dan Retribusi (BPRD) Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), masih stagnan dalam upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Pasalnya, pola dalam melaksanakan retribusi masih gaya yang lama.

‎Dalam keterangan, Wakil Ketua Anak Adat Lampung Selatan (DAALS) Yun Haidir IB, pergantian pimpinan di instansi BPRD Lamsel tersebut bisa merubah pola dalam meningkatkan PAD, baik dari sektor reklame, mineral, dan retribusi lainya. "Sehingga, tidak ada lagi hanya sebatas Seremonial saja saat pelantikan para pejabat. Ganti pejabat, tapi polanya sama saja, jelas itu tidak ada perubahan," jelasnya, kepada media koridor86.com, Selasa (13/01/2026) di Kalianda.

‎Ia juga memaparkan, banyak potensi PAD seperti dari sektor mineral. Sebab, selama ini polanya, pemerintah atau instansi terkait hanya sebatas menunggu, tidak melakukan jemput bola. Bahkan, ada perusahaan yang hanya.

‎"Reklame yang terpampang di pinggiran jalan. Mulai dari, Bakauheni sampai Natar, Jati Agung-Tanjung Sari, dan itu semua pinggiran jalan banyak reklame," ujarnya.

‎Dirinya berharap, untuk pejabat sekarang jangan elergi dan anti kritik. Sebab, salah satu kritikan itu jadikan masukan dan untuk lebih baik dari kepemimpinan sebelumnya dalam melaksanakan amanat yang di berikan oleh Bupati Lamsel Radityo Egi Pratama.

‎"Dan jangan berkata bahwa kami hanya bisa mengkritik tapi tidak bisa memberikan solusi. Itukan tanggung jawab pejabat, untuk mencari solusinya, buat apa pejabat dibayar oleh negara tapi tidak bisa cari solusinya," tutupnya.(red)