Kepala Desa Krinjing Intimidasi Narsum Dan Suruh Tandatangan Pernyataan
Lampung Selatan, K86-- Rohmat Kepala Desa Krinjing Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) intimidasi dan paksa tanda tangan pernyataan kepada MR Mustani bahwa tidak pernah menjadi nara sumber (Narsum) pemberitaan di media online tentang Dinasti pemerintahan desa (Pemdes) desa setempat.
Menurut Mustani dirinya dipanggil ke Kantor desa oleh Kades dan di dalam pertemuan itu, dirinya di suruh tanda tangan pernyataan terkait menjadi nara sumber di media koridor86, tentang saudara dan keluarga kepala desa menjadi aparatur Pemdes, mulai dari, Bendahara, Kaur dan juga BPD.
Terbongkarnya Korupsi Kolusi Dan Nepotisme (KKN) di pemdes Desa Krinjing menjadi perhatian khusus warga desa setempat, sehingga pemerintah kecamatan dan pemerintah daerah seolah tutup mata dengan adanya KKN di Pemdes Desa Krinjing.
Dari sumber informasi yang lain, Pemdes Desa Kerinjing jarang melibatkan masyarakat untuk musyawarah dalam pembangunan desa. Hal itu dikarenakan, aparatur desa keluarga dan hanya mereka saja yang mengambil keputusan dan dilakukan untuk rapat atau musyawarah.
Sebelumnya, dugaan KKN dilakukan oleh Rohmat Suhaini Kepala Desa Krinjing Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) bukan tanpa dasar. Pasalnya, dirinya menempatkan sanak familinya di struktur pemerintahan desa setempat.
Prangkat Desa Krinjing merupakan keluarga besar kepala desa. Mulai dari Kaur Perencanaan l, Kaur Keuangan dan Kasi Pemerintahan. Bahkan yang tidak lebih di percaya Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masih ponakan sendiri.
Dari jabatan perangkat desa tersebut yakni Kaur Perencanaan yang bernama Rohmani merupakan ponakan, Kaur Keuangan Devi ponakan, Kasi Pemerintahan Mariyanto Menantu, Ketua BPD Ponakan dan dari lima anggota empat merupakan saudara kepala desa.
"Ini jelas bagaikan sebuah dinasti kekuasaan tingkat desa. Tentunya dari segi roda pemerintahan desa diduga hanya untuk kepentingan keluarga besarnya saja," ucap sumber informasi kepada media, belum lama ini. (red)
