Kades Krinjing Asal Jeplak Claim 80 % Warga Setempat Keluarga Besar Dirinya

Kades Krinjing Asal Jeplak Claim 80 % Warga Setempat Keluarga Besar Dirinya
Kadul yang menggunakan Topi, warga Desa Krinjing Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan.( Foto:dok)

Lampung Selatan, K86-- Warga Desa Krinjing Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) menyatakan Kepala Desa  Rohmat Suhaini asal jeplak dalam pernyataan di media. Pasalnya, pernyataan 80 % warga desa merupakan keluarga besar kepala desa hal itu tidak benar.

‎Kandul Sumani, warga Desa Krinjing Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lamsel, dengan tegas apa yang di sampaikan Rohmat  Suhaini selaku Kepala Desa kepada media, bahwa 80% warga Desa Krinjing merupakan keluarga besarnya, hal itu dibantah olehnya. Sebab, menurut Kandul, keluarga besar Kepala Desa hanya yang bekerja di pemerintahan desa saja.

‎"Dan itu tidak sampai 25 % jumlah keluarga besarnya kepala desa. Karena saudaranya hanya yang ada saat ini bekerja di Kantor desa," ujarnya, kepada media koridor86.com belum lama ini.

‎Kandul juga menyinggung bahwa Rohmat Suhaini telah membangun dinasti tingkat desa. Semua saudara dan keluarga besarnya dimasukan di pemerintahan desa. Hal inilah yang menjadi alasan sebagian warga desa krinjing kurang puas atas kepemimpinan Rohmat.

‎"Hampir sua keluarga dia yang jadi aparatur desa. Apa yang dibangun pada tahun 2025 itu tidak ada," tegasnya.

‎Sebelumnya, dugaan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN) dilakukan oleh Rohmat Suhaini Kepala Desa Krinjing  Kecamatan Rajabasa Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) bukan tanpa dasar. Pasalnya, dirinya menempatkan sanak familinya di struktur pemerintahan desa setempat.

‎Prangkat Desa Krinjing merupakan keluarga besar kepala desa. Mulai dari Kaur Perencanaan l, Kaur Keuangan dan Kasi Pemerintahan. Bahkan yang tidak lebih di percaya Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) masih ponakan sendiri.

‎Dari jabatan perangkat desa tersebut yakni Kaur Perencanaan yang bernama Rohmani merupakan ponakan, Kaur Keuangan Devi ponakan, Kasi Pemerintahan Mariyanto Menantu, Ketua BPD Ponakan dan dari lima anggota empat merupakan saudara kepala desa.

‎"Ini jelas bagaikan sebuah dinasti kekuasaan tingkat desa. Tentunya dari segi roda pemerintahan desa diduga hanya untuk kepentingan keluarga besarnya saja," ucap sumber informasi kepada media, belum lama ini. (red)